Selasa, 29 April 2014

Garuda buksa penerbangan Luwuk-Makassar Juni 2014



Seiring pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia Timur, Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia menargetkan memiliki 131 rute penerbangan ke wilayah tersebut. Target ini akan dipenuhi hingga 2020.

Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan saat ini pihaknya baru 71 rute penerbangan ke Indonesia Timur.

"Dari 71 rute jadi 131, jadi inilah rencana kita ke Indonesia Timur," ujarnya di Jakarta, Rabu (26/3) kemarin.

Untuk menunjang penerbangan di Indonesia Timur, dikatakan Emirsyah, PT Garuda Indonesia menargetkan memiliki 60 pesawat jenis ATR 72-60.

Pemekaran rute penerbangan pun sudah mulai dilakukan mulai saat ini. Misalkan, pada 2013 telah dibuka penerbangan ke Labuhan Bajo, Ende, Tambolaka, Bima. Serta pada Juni 2014 mendatang akan dibuka rute Mamuju, Pomala, Luwuk, Palopo, Bua-bua, Langgur, Kalimana, Putussibau dan Pangkalan Bun. (Sumber : Berita8.com)

Sriwijaya tambah penerbangan Luwuk-Makassar.



Sriwijaya Air terus memperkuat penerbangan ke wilayah Indonesia bagian timur. Maskapai ini akan menambah frekuensi penerbangan rute Makassar-Merauke PP dan Makassar-Luwuk PP, serta membuka kembali rute Makassar-Ambon PP.

Dari rilis yang diterima detikTravel, Selasa (8/4/2014) selama ini rute penerbangan Sriwijaya Air Makassar-Merauke PP dilayani setiap hari sekali dengan melalui Timika dan Jayapura. Nantinya, rute tersebut bakal dilayani dengan penerbangan langsung dalam tiga kali seminggu yakni hari Senin, Rabu dan Jumat.

Jadwal keberangkatan penerbangan langsungnya dari Makassar pukul 03.00 WITA dan tiba di Merauke pada pukul 07.30 WIT. Untuk rute sebaliknya, pesawat berangkat dari Merauke pukul 08.15 WIT dan tiba di Makassar pukul 10.45 WITA. Penerbangan ini akan dilayani menggunakan pesawat Boeing 737-300 dengan kapasitas 147 kursi kelas ekonomi.

Lalu, rute Makassar-Luwuk PP yang sebelumnya diterbangkan setiap hari sekali, maka khusus untuk Senin, Rabu dan Jumat akan dilayani dua kali dalam sehari. Untuk penambahan rute penerbangan ini, pesawat diberangkatkan dari Makassar pada pukul 05.00 WITA dan tiba di Luwuk, Sulawesi Tengah, pukul 06.10 WITA.

Kemudian pesawat akan kembali diberangkatkan dari Luwuk pukul 07.00 WITA dan tiba di Makassar pukul 08.10 WITA. Penerbangan ini akan dilayani dengan pesawat Boeing 737-500 dengan kapasitas penumpang 8 kursi untuk kelas executive, dan 112 kursi untuk kelas ekonomi.

Rencananya penambahan frekuensi penerbangan di dua rute tersebut akan segera dilaksanakan mulai 16 April 2014 mendatang. Penumpang dari Jakarta atau Sumatera diharapkan lebih mudah untuk traveling ke Merauke atau destinasi lainnya di timur Indonesia.

"Sehingga pelanggan dari Medan, Jakarta, Surabaya dan lainnya pun bisa langsung menuju Merauke atau Luwuk dalam satu hari," kata Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air, Agus Soedjono.

Selain itu, pada 10 April 2014 mendatang Sriwijaya Air akan kembali membuka rute penerbangan Makassar–Ambon PP. Hal ini terkait dengan tingkat permintaan penumpang dan potensi wisata di Ambon yang mulai mencuri perhatian.

Penerbangan rute Makassar–Ambon PP ini akan dilayani dengan menggunakan pesawat Boeing 737-800 NG dengan kapasitas 8 kursi kelas executive dan 168 kursi kelas ekonomi. Jadwal penerbangannya yaitu, berangkat dari Makassar pukul 13.40 WITA dan tiba di Ambon pukul 16.15 WIT. Untuk penerbangan rute sebaliknya, pesawat berangkat dari Ambon pukul 16.55 WIT dan tiba di Makassar pukul 17.30 WITA.

"Kami membuka kembali rute ini karena melihat semakin meningkatnya kebutuhan para pelanggan yang hendak melakukan perjalanan dari atau ke Ambon untuk urusan bisnis maupun tujuan wisata,". (Sumber : detik.com)

Senin, 31 Maret 2014

PT Pertamina EP menemukan cadangan gas bumi sebesar 16 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) di Area Matindok, Luwuk-Banggai, Tanah Babasal, Banggai Raya

PT Pertamina EP menemukan cadangan gas bumi sebesar 16 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) di Area Matindok, Sulawesi Tengah.Pjs Kepala Humas Pertamina EP Arya Dwi Paramita di Jakarta, Kamis mengatakan, potensi gas diperoleh dari lapisan baru batu gamping pada kedalaman sekitar 1.900 meter melalui pemboran sumur Matindok (MTD)-7. "Kami juga temukan kondensat sebesar 175 barel per hari pada lapisan yang sama," katanya. Menurut dia, pemboran sumur MTD-7 merupakan bagian dari rencana tujuh sumur yang akan diproduksi di Area Matindok. Anak perusahaan PT Pertamina (Persero) itu menargetkan proyek pengembangan gas Matindok mampu menghasilkan produksi gas 105 MMSCFD.
Produksi tersebut akan dipasok ke kilang gas alam cair yang tengah dibangun di Luwuk, Sulteng sebesar 85 MMSCFD dan pembangkit PT PLN (Persero) sebesar 20 MMSCFD.Pemboran sumur MTD-7 yang dimulai 20 Februari 2014, telah menghasilkan gas dan kondensat pada 24 Maret 2014.Temuan pada lapisan baru batu gamping M-52 di kedalaman 1.892-1.910 meter itu berada di atas target utama formasi Minahaki.
Area Matindok meliputi Lapangan Donggi, Matindok, Maleoraja, dan Minahaki. Rencana pengembangan (plan of development/POD) pengembangan gas Matindok disetujui 24 Desember 2008 dan selanjutnya POD revisi pada 30 Maret 2011. Pertamina EP menyiapkan dua fasilitas produksi utama (central processing plant/CPP) di Donggi yang akan memasok 50 MMSCFD dan Matindok 55 MMSCFD.(Sumber : http://www.investor.co.id/)

Kamis, 27 Februari 2014

Batu apung atau scoria?

Salah satu sumber informasi geologi terbaik :
http://geology.com/
Misalnya perbedaan antara Batu Apung (Pumice) dan Scoria :

 A vesicular igneous rock that is very similar to scoria is pumice. There are a few differences that can be used to distinguish them. First is their color. Scoria is almost always black or dark gray to reddish brown while pumice is almost always white to light gray to light tan. This color difference is a result of their composition. Scoria forms from basaltic magmas while pumice forms from rhyolitic magmas - which usually contain a more gas.

Pumice has a much higher concentration of trapped bubbles - so many that the walls between them are very thin. The vesicles in pumice contain enough air that the rock will float on water. The thick walls of scoria make it heavy enough to sink.

Finally, when observed closely with a hand lens you can often see tiny mineral crystals in scoria. However, close observation of pumice reveals a "glassy" texture similar to obsidian. Pumice consists mainly of glass materials rather than mineral crystals. A "glass" is a noncrystalline substance. In the case of pumice it cooled so quickly that the atoms were unable to arrange themselves into ordered crystal structures.
(http://geology.com/)



Sabtu, 22 Februari 2014

Situs untuk mempelajari GEOLOGI yang cukup mumpuni

Bagi yang ingin mempelajari geologi FREE, gampang dan ringan maka situs dibawah cukup mumpuni :
http://geology.about.com/
Terdapat banyak penjelasan disertai gambar-gambar yang menarik.