Minggu, 23 Januari 2011

2011, Sulteng dimekarkan...Katanya ?

Pada 2011 mendatang, Gubernur HB Paliudju menargetkan akan memekarkan lima kabupaten dan satu provinsi yakni Kabupaten Pantai Barat di Donggala, Kabupaten Tomini Raya di Parigi Moutong (Parmout), Kabupaten Batui di Kabupaten Banggai dan Banggai Laut di Banggai Kepulauan (Bangkep), Morowali Utara, serta ibukota Provinsi Sulawesi Timur.

Target itu, disampaikan langsung Gubernur HB Paliudju, pada sidang paripurna penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (lpj) di gedung DPRD Provinsi (Deprov) Sulteng, beberapa waktu lalu.
Namun saat ini, baru dua kabupaten yang rencananya akan dimekarkan yakni Kabupaten Banggai Laut (Bangla) dan Morowali Utara di Kabupaten Morowali (Sumber : Kota Palu).

Kamis, 20 Januari 2011

Luwuk Express AIR

Cuaca ekstrem yang terjadi dalam sepekan terakhir ini tidak mengganggu aktivitas penerbangan rute Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar-Bandara Syukuran, Luwuk. “Minat penumpang tujuan Luwuk tetap tinggi,”kata Joseph, Manajer Sistem Informasi Armada Express Air Cabang Makassar, di kantornya kemarin Menurut Joseph, sejak penerbangan perdana rute Makassar-Luwuk diluncurkan, kondisi penerbangan dalam keadaan stabil. Dalam satu minggu, armada Express Air rute Makassar-Luwuk terbang sebanyak lima kali. Begitu pun sebaliknya, Luwuk-Makassar, yakni pada Senin, Rabu, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Express Air menggunakan pesawat Boeing 737 seri 500 dengan kapasitas 126 kursi.
Adapun jadwal penerbangan Express Air dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, ke Bandara Syukuran, Luwuk, berangkat pukul 9.30 dan tiba pukul 10.30.
Sedangkan untuk penerbangan dari Bandara Syukuran, Luwuk, ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, berangkat pukul 11.00 dan tiba pukul 12.00.“Hanya satu jam perjalanan untuk penerbangan ini,” kata Joseph.
Joseph mengatakan jumlah penumpang untuk rute Makassar-Luwuk selalu penuh. Sedangkan rute sebaliknya, LuwukMakassar hanya sekitar 60-70 persen dari 126 kursi. “Tingginya minat penumpang menggunakan jasa pesawat karena harga tiket murah, minimal Rp 395 ribu, penumpang tiba di tujuan dalam waktu satu jam,”ujarnya.
Tak hanya itu, kata Joseph, Express Air juga melayani penerbangan ke kabupaten dan kota-kota kecil. Misalnya, Kolaka, Bau-bau, dengan tujuan Makassar. Tapi pesawat yang digunakan lebih kecil, yakni pesawat Dornier 328 dengan kapasitas penumpang 32 orang. “Jumlah penumpang masih normal, kecuali saat musim liburan,”katanya.
Express Air mengoperasikan lima unit pesawat Boeing 737 dengan kapasitas penumpang 126 orang dan delapan unit pesawat jenis Dornier (Sumber : Korantempo.com).

Minggu, 16 Januari 2011

PIT HATTI XIV Yogyakarta 2011

Jakarta , 10 Januari 2011
 
Kepada Yth.
Bapak/Ibu/Sdr/i
Anggota HATTI/Pemerharti Geoteknik/Praktisi/Dosen/Mhs
di
Tempat
 
 
Dengan hormat,
 
Dengan ini kami sampaikan bahwa PERTEMUAN ILMIAH TAHUNAN – XIV yang se dian ya akan diadakan pada tanggal 2-3 Desember 2010 dipastikan akan diadakan pada :
 
Hari / Tanggal                 :    Kamis – Jum’at, 10 – 11 Februari 2011
Waktu                            :    Jam 08.00 – 17.30 WIB
Tempat                          :    Ball Room Hotel Melia Purosani Yogyakarta .
Biaya                             :    Rp. 800.000 Untuk anggota HATTI
                                           Rp. 900.000 untuk umum
                                           Rp. 250.000,- * untuk Mhs S1
                                           Rp. 700.000,- untuk Mhs S2
Acara                             :    - Seminar / Pertemuan Ilmiah
                                           - Pameran Perusahaan Jasa Konstruksi
 
Biaya peserta PIT sudah termasuk : Prosiding PIT, Sertifikat, Tas, alat tulis, makan siang, 2x rehat kopi, semua acara PIT.
* tidak termasuk prosiding.
 
Pembayaran dapat di transfer ke : BANK MANDIRI Cab. Yogyakarta Gedung Magister UGM
A/C. : 137 000 7018 654 an HATTI Cabang Yogyakarta
 
Pendaftaran dan Bukti pembayaran harap di email ke : hattijogja@gmail.com
 
Sehubungan dengan acara tahunan HATTI tersebut diatas, dengan ini kami mengundang kehadiran Bapak/Ibu/Sdr/i untuk ikut serta berpartisipasi dalam acara tahunan HATTI ini.
 
Perlu kami sampaikan bahwa Perserta PIT-XIV khususnya Anggota HATTI pemegang SKA Ahli Geoteknik Muda, Ahli Geoteknik Madya dan Ahli Geoteknik Utama akan mendapatkan kredit point yang dapat dipergunakan sebagai salah satu syarat memperpanjang SKA berdasarkan program Continuing Professional Development (CPD) TIM BSA HATTI sesuai aturan yang mulai diberlakukan oleh Komite Akreditasi Asosiasi (KAA) LPJKN.
 
Untuk informasi selengkapnya, dapat membuka website www.hattijogja.or.id / www.hatti.or.id atau telepon panitia di nomor : 0274 – 545675 / 0813-28249041 dengan Ibu Diana atau 021 – 7981966 / 0811-8001250 email : sekretariat@hatti.or.id  dengan Sugino.
 
Demikian kami sampaikan, atas kehadirannya kami ucapkan terimakasih
 
 
Sekretariat HATTI Pusat.

Jumat, 10 Desember 2010

Deep Mixing Method

Summary ini adalah sebuah studi kasus tentang perbaikan tanah Full-Scale Deep Mixing pada tanah lempung lunak yang diatasnya diberi embankment setinggi 6m. Deep mixing piles dilakukan dengan menggunakan teknik jet mixing dengan slurry semen bertekanan 20 MPa. Hasilnya dibandingkan dengan kondisi tanah dan embankment yang relatif sama namun tanpa improvement. Excess pore water pressure yang terjadi selama proses instalasi dicatat dan dimonitor, penurunan dipermukaan dan pergerakan lateral juga dimonitor selama dan setelah konstruksi. Hasilnya deep mixing dapat mereduksi penurunan (Settlement) dan pergerakan lateral (Lateral movement) sebesar 70 dan 80%.

Deposit lempung lunak memiliki kekuatan yang sangat kecil, kompresibilitas yang sangat tinggi dan cenderung untuk mengalami penurunan khususnya pada daerah atau kota-kota yang mengalami penyedotan air tanah secara masif. Salah satu teknik untuk mengatasi hal tersebut yaitu Deep Mixing Method/DMM, dalam metode ini chemical agent yaitu powder atau slurry kapur atau semen dicampur dengan tanah untuk membuat soil-cement piles. Ketika proses pengerasan selesai maka soil-cement piles akan berperan sebagai reinforced dan akan menambah kapasitas daya dukung dari tanah lunak. Metode mixing terbagi atas 2 yaitu metode mekanik dan jet mixing. Secara mekanik berarti mixing dilakukan oleh mixing blade dan secara jet mixing maka dilakukan dengan water/slurry jet. Karena metode ini akan mengakibatkan kandungan air yang tinggi (Cement slurry) dan juga memang lempung lunak memiliki kandungan air yang besar maka metode ini membutuhkan waktu untuk ion exchange, flocculation dan reaksi pozzolanic. Dalam paper ini, full scale DMM diaplikasikan pada deposit lempung lunak Bangkok yang dibebani dengan embankment setinggi 6m, instrumentasi dan monitoring selama 1 tahun, tujuannya untuk mengetahui karakteristik DMM (Jet mixing ) pada tanah lempung lunak Bangkok dan dibandingkan dengan situasi yang sama tanpa DMM.

Jumat, 26 November 2010

Stabilisasi tanah mengembang dengan batu kapur

ABSTRAK
Penggunaan batu kapur untuk memodifikasi tanah dengan membandingkan sifat-sifat fisik, kekuatan, compressibility, swelling potential ternyata mengindikasikan bahwa bahan tambahan batu kapur dapat meningkatkan valensi (ikatan) antar partikel-partikel, menurunkan plastisitas, mereduksi swelling potential dan compressibility dengan cukup signifikan, mengurangi water absorption potential dan memodifikasi soil fabric (Dengan menggunakan SEM : Scanning Electron Microscope).
LATAR BELAKANG
Karena kondisi tanah yang kurang ideal terlebih pada tanah mengembang maka stabilisasi atau modifikasi tanah dengan menggunakan zat aditiv seperti semen, batu kapur atau fly ash. Batu kapur menjadi pilihan yang cukup ekonomis karena cukup tersedia dengan harga yang relative murah dan secara teknis dapat mengurangi plastisitas, dispersi dan kemungkinan perubahan volume. Batu kapur juga dapat meningkatkan ukuran partikel, permeabilitas dan kekuatan tanah.
MATERIAL
Lempung mengembang (Expansive clay) : Diambil pada kedalaman ± 1.5m.
Batu kapur : Hydrated lime.
METODOLOGI
Komposisi kandungan kapur yang diteliti adalah 3, 5 dan 7 % dari berat kering tanah lempung. Spesimen kemudian dipadatkan dengan standard proctor untuk mencapai kadar air optimum, kemudian dites dengan tes standar laboratorium mekanika tanah seperti indeks, batas-batas atterberg dan unconfined compressive strength test.

HASIL DAN KESIMPULAN
Expansive clay yang telah dicampur dengan kapur menunjukkan penurunan liquid limit dan meningkatkan plastic limit yang disebabkan karena reaksi antara struktur partikel kapur dan tanah yaitu terjadi flokulasi yang lebih baik.
Karena sifat-sifat tanah antara lain kompresibilitas, potensial perubahan volume, permeability dan compressive strength sangat dipengaruhi oleh kadar air dan kepadatan tanah pada waktu dipadatkan maka pemadatan diusahakan sedemikian rupa untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Campuran tanah dan kapur akan mereduksi berat kering dan meningkatkan kadar air optimum. Pada tes UCS sangat terlihat bahwa factor waktu sangat mengambil bagian, pada t=0 maka kekuatan unconfined relatif sama dengan tanah asli tetapi seiring dengan berjalan curing time (Waktu yang diperlukan oleh partikel fabric tanah dan kapur untuk bereaksi) maka kekuatan unconfined akan signifikan meningkat. Indeks kompresi, indeks swelling dan swelling pressure juga signifikan direduksi.
Dengan SEM dapat dilihat bahwa dengan bertambahnya kandungan kapur maka semakin membentuk agregasi, flokulasi dan kristalisasi pada struktur tanah dan kapur tersebut dan membuat tanah akan semakin kuat.
KOMENTAR DAN PERTANYAAN
1. Perlu diadakan penelitian tentang jenis-jenis limestone yang lain sesuai dengan ketersediaan didaerah masing-masing.
2. Perlu diteliti lagi untuk mempercepat curing time yang lebih minimal.

Metode Dewatering untuk menstabilkan lereng


ABSTRAK
Paper ini mencakup prilaku geological dan geotechnical pada sebuah lereng di sebuah penggalian tambang batubara (Lignite) opencast di barat laut Spanyol. Termasuk didalamnya studi mengenai hydrogeological, batuan, folds and faults. Yang pasti bahwa lereng tersebut akan tidak stabil tanpa pengurangan tekanan air pada massa batuannya.
LATAR BELAKANG
Tekanan air (Fissure water pressure) yang ada pada daerah lereng di daerah tambang akan menyebabkan masalah kestabilan yang serius termasuk mengurangi kekuatan efektif dan meningkatkan berat unit tanah. Beberapa metode dewatering yang sering digunakan yaitu antara lain surface drains, horizontal drains, pumping wells, backfilled toe drain trenches atau yang lainnya. Sedangkan metode apa yang paling sesuai akan sangat ditentukan oleh kondisi geologi dan hidrogeologi area tambang, luasan area dewatering, metode kerja penambangan dan masalah ketersediaan finansial.
FORMASI GEOLOGI. 
1.Tertiary and Alluvial sediments : Dengan kedalaman 0 - 25m, terdiri dari mayoritas lignite, carbonaceous clay, clay (Lempung), marly sand dan basal konglomerat
2. Palezoic rocks : Terdiri dari kristalin mono-metamorfik dan poly-metamorfik yang sangat terpengaruh dengan proses-proses patahan dan lipatan sehingga memberikan struktur yang sangat komplex.     
METODE PERBAIKAN TANAH
Massa batuan pada area ini dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain : Palezoic formation yang dipengaruhi oleh patahan, lipatan, dan pelapukan yang dianggap mempengaruhi kekuatan batuan dan tentang lapisan tertiary deposits yang adalah laisan muda juga permasalahan bahwa kedua lapisan utama tersebut jenuh air sehingga memberikan tekanan air yang besar dan memperkecil kekuatan efektif. Persoalan utama pada studi untuk mengatasi mengalirnya air bawah tanah ke daerah eskavasi tambang yang akan menyebabkan ketidakstabilan. Teknik dewatering yang ditinjau untuk diteliti adalah : Surface drains, Vertical pumping wells dan Horizintal drains. Selain itu langkah-langkah dalam penelitian ini meliputi studi mengenai curah hujan rata-rata dalam 20 tahun, studi mengenai pola aliran air permukaan dan studi tentang pengaliran air bawah tanah.
HASIL DAN KESIMPULAN
Curah hujan tertinggi dalam 1 hari (24 jam) disimpulkan dari hasil penelitian adalah 113mm dan dalam 1 jam sebesar 18mm. Maksimum run-off dalam 24 jam adalah 15.8 m/s dan total untuk seluruh daerah tambang adalah 260 m/s, dan bila dibandingkan dengan maksimum run-off yang tercatat pada kanal di daerah tambang adalah 1 m3/s/km2.
Maka setelah meneliti banyak faktor disimpulkan bahwa :
1. Teknik surface drains efektif untuk mengatasi infiltrasi air permukaan ke area opencast.
2. Teknik pumping wells efektif untuk menurunkan tekanan air pada formasi Paleozoic rock.   
3. Teknik horizontal drains cukup efektif untuk menurunkan tekanan air pada formasi lignite dan patahan batuan namun cukup beresiko mengalami cut-off karena slip di daerah failure zone.
Maka dapat dikatakan bahwa teknik surface drains adalah metode dewatering yang cocok untuk tertiary dan alluvial sediments dan teknik pumping wells cocok untuk palezoic rocks

Jumat, 12 November 2010

POSO DAN MOROWALI TIDAK PERLU MASUK SULTIM

Berita ini sangat positif yaitu sebenarnya Poso dan Morowali tidak masuk dalam skema RUU SULTIM yang sekarang di DPR. Meskipun kita harus sadar bahwa pemekaran BANGGAI LAUT dan MOROWALI UTARA adalah suatu keharusan dimana bagian kita adalah mempercepat proses legislasi RUU BANGGAI LAUT, MOROWALI UTARA dan SULTIM yaitu tetap menjadikan 1) Luwuk DAMAI, AMAN, dan terbuka untuk INVESTASI 2) Untuk LSM , Pribadi-pribadi, KONSULTAN "Anak DAERAH" didalam atau diluar BABASAL harus mempengaruhi opini bahwa SULTIM layak dimekarkan dan BABASAL sebagai daerah INVESTASI, BISNIS, PENDIDIKAN, SDA, SDA Minyak Bumi dan Gas sangat LAYAK menjadi daerah IBUKOTA Sultim. 3) Pilih Gubernur-Wakil 2011 yang pro SULTIM. 4) Pilih Presiden-Wakil 2014 yang Pro Pemekaran daerah (Daerah yang LAYAK).

Berita terkait :
Di tengah tarik menarik kepentingan rencana pembentukan Provinsi Sultim, pejabat Depdagri, Direktur Penataan Daerah dan Otonomi Daerah Khusus, Dr Soni M Sumarsono, memberikan usulan menarik.
Menurutnya, Kabupaten Poso dan Morowali tidak perlu masuk di wilayah Sultim. Namun Kabupaten Morowali Utara yang usulannnya sudah berada di Kemendagri harus tetap masuk dalam  desain pembentukan Provinsi Sultim.

Soni mengungkapkan, pembentukan Provinsi Sultim adalah hal yang mutlak namun tidak sekarang. ‘’Mungkin nanti sekitar tahun 2020 sekian. Jangan sekarang dulu,’’ kata Soni yang tampil mewakili Mendagri Gamawan Fauzi pada Raker Gubernur/Walikota di Palu – Sulawesi Tengah.
‘’Tapi  ini masih pemikiran kami, bukan produk atau kebijakan resmi Kementerian Dalam Negeri,’’ ujarnya.

Rencana pembentukan Provinsi Sultim yang terus diperjuangkan, masih menemui berbagai kendala serius. Statusnya masih dalam proses formulasi nasional. Ini karena masih terkendala pada grand desain sehingga memerlukan kajian yang mendalam (dari berbagai SUMBER).