Minggu, 14 April 2013

Selamat datang Kabupaten Morowali Utara


DPR RI mengesahkan pembentukan dua daerah otonom baru Kabupaten Morowali Utara di Provinsi Sulawesi Tengah, dan Kabupaten Konawe Kepulauan di Provinsi Sulawesi Tenggara pada rapat paripurna di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat (12/4).

"Terhadap dua 'DOB' (daerah otonom baru) sudah disetujui pada pengambilan keputusan tingkat pertama pada rapat kerja antara Komisi II DPR RI dan Menteri Dalam Negeri pada Kamis, 11 April malam," kata Ketua Komisi II DPR RI, Agun Gunanjar Sudarsa.

Agun menjelaskan, pengambilan keputusan tingkat pertama tersebut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, perwakilan Menteri Keuangan dan perwakiloan Meneteri Hukum dan HAM, serta anggota Komite I DPD RI.

Pada penyampaian pandangan akhir mini-fraksi, kata dia, seluruhnya sepakat untuk mengesahkan RUU pembentukan DOB Kabupaten Morowali Utara dan Kabupaten Konawe Kepulauan.

"Selanjutnya pada sidang paripurna ini untuk diambil keputusan dan disahkan," tutur Agun Gunanjar.

Ia menambahkan, Komisi II menyetujui pembentukan DOB untuk Kabupaten Morowali Utara dan Kabupaten Konawe Kepulauan dengan pertimbangan bahwa konsekuensi dari pemekaran ini tidak boleh mengganggu tahapan pelaksanaan Pemilu 2014 untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih akuntabel.

Pada kesempatan tersebut, Agun juga mengatakan, dengan dimekarkannya DOB maka akan lebih mengoptimalkan pelayanan publik, memperpendek rentang kendali pemerintahan sejalan dengan azas umum pemerintahan yang baik, serta prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

"Dengan terpenuhinya hal-hal tersebut maka dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut," ucapnya.

Agun menambahkan, pengesahan dua DOB Kabupaten Morowali Utara dan Kabupaten Konawe Kepulauan, merupakan bagian dari tujuh yang dalam proses pembentukan DOB yang dibahas oleh DPR RI pada masa persidangan kedua dan ketiga tahun 2012-2013.

Lima usulan DOB lainnya yang belum disahkan adalah, Kabupaten Musi Rawas Utara di Provinsi Sumatera Selatan, Kabupaten Muna Barat, Kota Raha, Kabupaten Buton Tengah, serta Kabupaten Buton Selatan di Provinsi Sulawesi Tenggara.

"Pembahasan usulan tujuh DOB, baik di tingkat panitia kerja, tim perumus dan tim sinkronisasi, hingga konsinering, dengan menghadirkan kembali gubernur, pimpinan provinsi, serta bupati dan pimpinan DPRD dari kabupaten induk masing-masing," paparnya.

Menurut Agun, terhadap lima usulan DOB yang belum disetujui, pembahasannya akan dilanjutkan pada masa persidangan keempat tahun 2012-2013, mulai Mei mendatang. (Sumber : tvOneNews)

Minggu, 31 Maret 2013

Pemekaran Sultim (Update News 2013)


Kabupaten Poso ternyata ‘ditinggalkan’ oleh seluruh kabupaten yang selama ini berjuang bersama untuk segera terbentuk Provinsi Sulawesi Timur (Sultim). 
Kabupaten Poso yang sebelumnya berjuang agar ditetapkan menjadi ibukota jika rencana daerah otonomi baru (DOB) yang terpisah dari Provinsi Sulteng, ternyata tidak dimasukkan dalam agenda pemekaran. 
Enam kabupaten yang dimasukkan dalam rencana pembentukan Provinsi Sultim, yakni Kabupaten Tojo Unauna, Morowali, Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut serta Morowali Utara. 
"Jadi Poso tidak dimasukkan dalam pembentukan provinsi Sultim," kata Anggota Komisi II DPR RI Murad U Nasir kepada koran ini di sela-sela konsultasi antara sejumlah perwakilan forum pemekaran Morowali Utara (Morut) dengan Komisi II di gedung DPR RI beberapa waktu lalu. 
Untuk meyakinkan wartawan terkait tidak dimasukkannya Poso dalam rancana pembentukan Provinsi Sultim, anggota DPR RI dari Dapil Sulteng ini memperlihatkan dokumen laporan pemerintah tahap II observasi verifikasi hasil peninjauan lapangan terhadap calon daerah otonomi baru (DOB). Dalam laporan tersebut, secara rinci mencantumkan enam kabupaten dalam rencana pembentukan Provinsi Sultim, dimana Morut salah satu DOB yang dimasukkan. 
Dengan demikian, tarik ulur masalah penempatan ibukota antara Kabupaten Poso dan Kabupaten Banggai, diprediksi tak akan terjadi lagi. Kabupaten Poso yang sebelumnya berjuang agar ditetapkan menjadi ibukota jika pembentukan Provinsi Sulawesi Timur (Sultim) disetujui, ternyata tidak dimasukkan dalam agenda pemekaran dari Provinsi Sulteng. 
Selain itu, pembentukan Morut, ternyata berpengaruh langsung terhadap perjuangan pembentukan Provinsi Sultim. 
"Ini juga memastikan bahwa morut tidak ada masalah lagi," ujarnya. 
Ditambahkan Murad, Komisi II DPR RI memasukkan rencana pembentukan Provinsi Sultim dalam agenda 16 rencana pembentukan DOB. Rencana pembentukan DOB lainnya di Sulteng yang juga akan dibahas adalah pembentukan Kabupaten Moutong dan Kabupaten konservasi Tampolore. Dua rencana DOB ini dimasukkan dalam pembahasan dengan 60 DOB lainnya (Sumber : HarianMercusuar.com, Beritaotonomi.com)

Seri 2 : Abaqus Pipa




Rabu, 27 Februari 2013

Sriwijaya Air Akan Tambah Penerbangan Makassar-Luwuk : Welcome to the most recommended city for SULTIM


Sriwijaya Air berencana dalam waktu dekat ini menambah jadwal penerbangan rute Makassar-Luwuk (Sulawesi Tengah). Selama ini, Sriwijaya Air melayani penerbangan pergi pulang rute Makassar-Luwuk sekali sehari.

“Rencana kita dalam waktu dekat ini kita tambah tiga kali penerbangan dalam sepekan,” ujar Sri Budianto, Districk Manager Sriwijaya Air Ujung Pandang, saat bersama sejumlah stafnya berkunjung di kantor Tribun Timur, Jl Cenderawasih No 430, Makassar, Senin (4/2/2013). 


Pada kunjungan ini, Sri Budianto dan rombongan diterima Pemimpin Umum Tribun Timur Maddo Pammusu, Pemimpin Perusahaan Tribun Timur Cipyantoro dan Manager Iklan Tribun Timur Anny Rahimah. 

                
Untuk penerbangan dengan rute Makassar-Luwuk, Sriwijaya Air menggunakan Boeing 737-500. Pesawat ini memiliki kapasitas delapan kursi kelas eksekutif serta 112 kursi kelas ekonomi.

Sri Budianto mengatakan, manajemen Sriwijaya Air juga saat ini berencana melakukan ekspansi dengan membuka penerbangan rute Jakarta-Ternate serta menambah jadwal penerbangan dari Makassar ke beberapa daerah di Indonesia timur. 


“Kami melihat permintaan penerbangan ke Indonesia timur kian prospektif. Itu menjadi beberapa alasan kami berencana melakukan membuka rute-rute baru dan menambah jadwal penerbangan di rute-rute yang selama ini sudah dilayani Sriwijaya Air,” jelasnya (Sumber : Tribun Timur)

Sky Aviation-Sukhoi SSj 100 Luwuk-Makassar : Welcome to the most recommended city for SULTIM

Maskapai penerbangan Sky Aviation mulai kedatangan armada pesawat jet komersial Rusia-nya, Sukhoi Superjet 100. Satu Sukhoi SSJ 100 tiba di Jakarta hari ini; mereka memesan 12 unit yang didatangkan hingga 2015 nanti.

"Untuk tahun ini rencananya ada lima pesawat Sukhoi," ujar General Manager Marketing Sky Aviation, Sutito Zainudin, di Pekanbaru, Rabu. Sukhoi SSJ 100 pertama mereka itu akan ditempatkan di Makassar, dan terbang perdana pada 10 Maret nanti.

Sky Aviation, dengan begitu, menjadi launch costumer di Indonesia untuk Sukhoi Superjet 100 ini. Bagi Rusia, kepercayaan pasar penerbangan dunia atas kualitas dan harga produknya sangat penting; sementara pertumbuhan industri penerbangan Indonesia sekitar 15 persen setahun dan tetap menunjukkan peningkatan. 

Menurut rencana, rute perdana penerbangan itu adalah Makassar-Sorong-Jayapura pulang pergi (pp), kemudian Makassar-Luwuk pp, Makassar-Balikpapan pp dan Makassar-Denpasar pp. Konfigurasi kursi yang dirancang adalah 12 kursi bisnis dan 75 kursi ekonomi.

"Jarak tempat duduk penumpang yang lapang dan nyaman, kemudian pelayanan di kelas bisnis full service, lalu di kelas ekonomi medium service dan setiap penumpang mendapat asuransi sampai dengan Rp1,25 miliar sejak tiket dibeli," katanya.

Sukhoi SSJ 100 menyedot perhatian dunia saat kecelakaan mematikan fatal pada 9 Mei 2012, di Gunung Salak, Jawa Barat. Penerbangan gembira mengenalkan kebolehan pesawat komersial buatan divisi komersial pabrikan Sukhoi itu berakhir bencana dengan puluhan orang tewas, termasuk empat jurnalis.