Jumat, 14 Agustus 2009

Potensi GRANIT BANGGAI SULAWESI TENGAH

Dengan deposit yang katanya bisa mencapai jutaan meter kubik dengan cakupan area yang cukup menjanjikan ditambah dengan lokasi yang cukup ekonomis maka potensi GRANIT BANGGAI adalah sangat tinggi MESKIPUN harus diingat DAMPAK LINGKUNGAN yang akan terjadi yang artinya Studi Kelayakannya HARUS benar-benar MANTAP. Berikut berita terkait :

Pemkab Banggai di Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan potensi batu granit di daerahnya dan hingga kini belum diolah mencapai jutaan meter kubik, terhampar pada areal sedikitnya seluas 22.600 hektar.

Luwuk, Sulteng, 25/7 (Antara/FINROLL News) - Pemkab Banggai di Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan potensi batu granit di daerahnya dan hingga kini belum diolah mencapai jutaan meter kubik, terhampar pada areal sedikitnya seluas 22.600 hektar.

Kepala Bidang Geologi Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Banggai, Mohammad Arif di Luwuk, Sabtu, mengatakan sesuai hasil penelitian permukaan oleh tim bentukan instansinya beberapa tahun lalu, Kecamatan Luwuk, Luwuk Timur, dan Mamasa, merupakan wilayah persebaran batuan granit tersebar.

Granit di kecamatan-kecamatan ini memiliki tekstur faneritik dan bercorak merah, merah muda, kecoklatan, dan merah ros.

Para peneliti juga memastikan hamparan batuan granit di wilayah Kabupaten Banggai umumnya berbentuk bukit utuh serta sebagian kecil dalam bentuk bantuan lepas dengan ukuran besar dan kecil.

Kondisi demikian ini memudahkan untuk ditambang, terlebih letaknya hanya berada beberapa meter dari pemukaan tanah dan tidak jauh dari ibukota kabupaten.

Namun demikian, Arif mengaku belum ada laporan detail direkomendasikan para peneliti untuk memastikan seberapa besar cadangan granit yang ada di tiga kecamatan tersebut, kecuali hanya angka perkiraan yaitu mencapai jutaan meter kubik.

Menurut dia, Dinas Pertambangan dan Energi setempat selama 15 tahun terakhir sudah beberapa kali mempromosikan potensi bantuan granit yang ada di daerahnya dalam berbagai pameran di dalam dan luar negeri, selain menawarkan langsung kepada calon investor.

Akan tetapi, hingga semester I tahun 2009 belum ada perusahaan yang mengajukan permohonan izin kuasa pertambangan ke pemerintah daerah untuk mengelolanya, padahal Pemkab Banggai sendiri sudah menyatakan tekadnya akan memudahkan semua calon investor yang akan masuk ke derahnya.

Sebenarnya, beberapa tahun lalu sudah ada sebuah perusahaan nasional telah memulai melakukan penambangan granit di Desa Salodik, Kecamatan Luwuk.

Namun, katanya, aktivitas penambangan yang baru berlangsung beberapa bulan itu tiba-tiba dihentikan, karena ada masalah internal dalam perusahaan tersebut.

Arif mengatakan, salah satu faktor yang menjadi kendala para calon investor untuk mengolah bahan tambang di Kabupaten Banggai, yaitu keterbatasan energi listrik dan pelabuhan.

"Saya kira jika kedua infrastuktur ekonomi ini segera dibenahi, akan banyak investasi di sektor pertambangan masuk ke daerah ini," ujarnya.

Bantuan granit merupakan bahan untuk membuat ornamen lantai, dinding, hingga alas meja dan hiasan rumah atau kantor, dengan tingkat kekerasannya hingga mencapai empat kali lipat dari bantuan marmer. Harga jualnya pun jauh lebih mahal dari marmer, sehingga umumnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan interior bangunan milik orang berada (Sumber : news.id.finroll.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar